Sabtu, 19 Maret 2011

DAMPAK REPELITA

  DAMPAK REPELITA TERHADAP PEREKONOMIAN

REPELITA atau Rencana Pembangunan Lima Tahun adalah satuan perencanaan yang dibuat oleh pemerintah orde baru di Indonesia.

a. Periode 1969/1970- 1973/1974 Repelita I

Persoalan pokok yang dihadapi dalam periode ini adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilita ekonomi yang telah dapat dicapai.Semuanya ini untuk meningkatkan pendapatan riil masyarakat dan memperluas kesempatan kerja bagi penduduk yang senantiasa meningkat. Dalam lingkup ini termasuk di dalamnya bagaimana meningkatkan pendapatan devisa , meningkatkan kemampuan untuk pembangunan ekonomi, mengubah struktur perekonomian agar tidak tergantung pada sektor pertanian, meningkatkan produksi nasional.

Untuk menghadapi persoalan pokok diatas pemerintah menyusun Rencana pembangunan Lima Tahun Pertama yang mencakup kurun waktu 1969/1970-1973/1974. Pedoman dan arah rencana ini adalah bertumpuan pada Ketetapan MPRS No. XXIII/MPRS/1966. Dengan perkataan lain TAP MPRS tersebut dijadikan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang pertama. Periode ini dikenal sebagai periode ekspansi ekonomi.

Strategi dasar Repelita I diarahkan pada pencapaian stabilitas nasional (ekonomi dan politik) dan pertumbuhan ekonomi. Strateginya dititikberatkan pada sektor pertanian dan industri yang emnunjang sektor pertanian.
Alasan dasar penekanan strategi Repelita I adalah bahwa sebagai kelanjutan langkah-langkah pemerintah orde baru, sejumlah ketetapan yang bersifat prinsipiil telah dihasilkan dalam sidang MPRS tahun 1966 tentang pembaruan dibidang ekonomi dan pembangunan (TAP MPRS No. XXIII/MPRS/1966). Tugas utama Orde Baru adalah menghentikan proses kemerosotan ekonomi dan membina landasan yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi kearah yang wajar.Untuk melaksanakan tugas itu program jangka pendek diarahkan pada pengendalian inflasi, rehabilitasi sarana ekonomi, peningkatan kegiatan ekonomi dan pencukupan sandang yang telah dilakukan. Dan dirasakan cukup berhasil, khususnya dalam hal pengendalian inflasi. Setelah perekonomian dapat stabil maka ekspansi ekonomi sebagai cerminan pembangunan ekonomi dilakukan melalui tahap-tahap atau perencanaan tertentu.

Penekanan pada sektor pertanian dipilih karena sebagian besar penduduk Indonesian (80%) tinggal di pedesaan dan bermata pencaharian di bidang pertanian (termasuk kehutanan, perkebunan, perikanan, dan peternakan). Ini berarti sektor pertanian memeberi sumbangan terbesar baik bagi penerimaan devisa maupun dalam menyediakan lapangan pekerjaan. Lebih dari itu sektor pertanian yang merupakan sumber bahan baku bagi sektor industri perlu diamankan terlebih dahulu.Penekanan kegiatan pada sektor pertanian juga dilandasi pada kenyataan bahwa Indonesia yang dikenal memiliki alam yang subur itu masij juga mengimpor beras yang berarti memboroskan devisa. dengan demikian, Repelita I menetapkan sektor pertanian sebagai leading sector pembangunan ekonomi di Indonesia yang diharapkan akan mampu menarik dan mendorong sektor-sektor kegiatan ekonomi lainnya, khususnya sektor industri yang enunjang sektor pertanian seperti pabrik pupuk, insektisida serta prasarana ekonomi lainnya seperti sarana angkutan.

Strategi dasar Repelita I tersebut kemudian dijabarkan pada rencana anggaran pengeluaran pembangunan di mana sebagian besar dana dialokasikan pada bidang ekonomi, yaitu 72,28%, khususnya untuk sektor pertanian dan irigasi, sektor perhubungan dan pariwisata, industri dan pertambangan serta sektor pedesaan. Sektor-sektor diluar ekonomi seperti bidang sosial (pendidikan, kesehatan) dan bidang umum (pertahanan, keamanan) masing- masing memperoleh 16,25% dan 5,4%.

Dalam rangka menunjang strategi dasar tersebut, pada tahun 1970 pemerintah Indonesia menetapkan kebijaksanaan baru di bidang perdagangan, ekspor-impor, dan devisa. Kebijaksanaan ini merupakan lanjutan dari kebijaksanaan oktober 1966 dan kebijakan juli 1968. Kebijaksanaan baru ini dikenal dengan kebijaksanaan 16 april 1970. 

Sasaran Kebijakan Oktober 1966 adalah:
  • Penertiban keuangan negara yang serba kalut.
  • Pengaturan kembali urusan moneter dan dunia perbankan
  • Memberikan kebebasan kepada dunia perdagangan yang terbelenggu oleh sistem "jatah" yang tidak wajar dan terbeku oleh peraturan berbelit yang mematikaninisiatif masyarakat.
Sasaran pokonya adalah membendung keganasan inflasi yang melanda indonesia. Kebijakan Juli 1968 mempunyai sasaran pokok:
  • Penguasaan harga pangan, harga sandang, dan valuta asing.
  • Penyediaan yang cukup bagi sarana-saran untuk peningkatan produksi dalam negeri, khususnya pangan dan sandang.
  • Perbaikan prasarana yang menunjang proses produksi
  • Perbaikan kelembagaan di bidang perdagangan, perbankan dan fiskal.
Sasaran kebijaksanaan April 1970:
  • Lebih memperkuat stabilitas ekonomi.
  • Mendorong ekspor untuk peningkatan penerimaan devisa
  • Mendorong peningkatan produksi
  • Mendorong dan memperlancar perdagangan
  • Memperluas kegiatan ekonomi masyarakat yang berarti juga memperluas lapangan kerja.
Sasaran kebijakan ini antara lain :
  • Memberi arah dan bimbingan yang lebih aktif lagi bagi kegiatan ekonomi masyarakat.
  • Mendorong lebih kuat dan menunjang lebih besar lagi kelancaran usaha.
  • Menggairahkan kerja
  • Meningkatkan produksi, dan
  • Memperluas kegiatan dalam masyarakat sendiri.
Perkembangan perekonomian pada periode ini cukup tinggi (kurang lebih 6,5% per tahun). Penyebabnya dalam banyak hal adalah adanya konsistensi kebijaksanaan dalam bidang moneter, fiskal, perdagangan. Selain itu pengaruh luar negeri seperti permintaan terhadap minyak yang relatih baik dan harga minyak juga cukup baik, memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan perekonomian pada periode Repelita I ini.

SUMBER:

EKONOMI TERPIMPIN

Ekonomi Terpimpin Serta Terapannya



    Sejarah Singkat Bung Hatta Sebagai Pemrakarsa Ekonomi Terpimpin.

 Ekonomi terpimpin, kata itu bagi sejarahwan mungkin sudah tidak asing lagi. Pendirinya adalah Mohammad Hatta yang akrab disapa dengan sapaan Bung Hatta. Selain dikenal sebagai proklamator dan pendiri bangsa, beliau juga dikenal sebagai bapak koperasi Indonesia dan bapak ekonomi Indonesia. Selama beliau hidup, beliau banyak mengabdikan waktunya untuk membaca buku. Sejarah telah mencatat bahwa beliau telah mempunyai koleksi lebih dari 10.000 buku yang berbahasa Jerman, Inggris, Perancis dan tentunya Indonesia.

   Bung Hatta telah memulai untuk mengoleksi buku sejak beliau masuk sekolah dagang menengah Prins Hendrik School (PHS) di Jakarta pada tahun 1919. Seperti tertulis di dalam buku memoarnya yang diterbitkan ulang tahun 2002, Bung Hatta telah mulai mengoleksi buku sejak ia masuk sekolah dagang menengah Prins Hendrik School (PHS) di Betawi tahun 1919. Ketika itu ia diajak pamannya, Mak Etek Ayub, singgah di sebuah toko buku antiquariat di daerah Harmoni. Mak Etek Ayub menunjukkan kepada Hatta beberapa buku yang dianggapnya penting untuk dibaca. Buku-buku tersebut adalah Staathuishoudkunde (Ekonomi Negara) dua jilid karya NG Pierson, De Socialisten (Kaum Sosialis) enam jilid yang ditulis HP Quack, serta karya Bellamy berjudul Het Jaar 2000 (Tahun 2000).

  Ternyata, persoalan yang paling diminati oleh Bung Hatta ialah persoalan seputar tentang ekonomi, sehingga beliau berhasil membuahkan sebuah pemikiran ekonomi di Indonesia seperti ekonomi terpimpin. Sayangnya, di saat ini jarang sekali orang yang tertarik untuk menggali kembali pemikiran-pemikiran Bung Hatta khususnya di bidang ekonomi. Pemikiran Bung Hatta dianggap telah kehilangan relevansinya.

    Pengertian Ekonomi Terpimpin.

  Ekonomi terpimpin secara istilah yang disebutkan Bung Hatta yaitu merupakan konsekuensi dan nasionalisme yang timbul sebagai bentuk dari perlawanan menentang kolonialisme dan imperialisme.
Prinsip ekonomi terpimpin sejalan dengan sila ke-5 pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dikarenakan adanya pemerataan pembagian kesejahteraan di semua lapisan masyarakat dan mereka dapat merasakannya.

   Ekonomi terpimpin serupa dengan ekonomi sosialis. Menurut Bung Hatta ekonomi terpimpin merupakan rival dari sistem ekonomi liberal. Dimana segala sesuatunya ditentukan oleh pihak pasar, sedangkan pemerintah tidak boleh campur tangan dalam hal tersebut. Atau juga ikut andil dalam mengatur keadaan pasar sehingga peraturan tersebut tidak memberikan gerak bebas bagi pasar.

Ekonomi Liberal dan Dampak Yang Terjadi Bagi Masyarakat.

  Jika kita lihat lagi dampak yang ditimbulkan dari adanya ekonomi liberal, dengan demikian maka ketimpangan ekonomi, kesemena-menaan dan kesenjangan sosial akan terjadi. Karena yang kaya akan semakin menjadi kaya sedangkan yang miskin akan semakin menjadi miskin karena tidak adanya pemerataan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat. Fakta lapangan telah mengatakan bahwa peran liberal hanya dimiliki oleh sekelumit orang saja yang mampu bertahan dalam keadaan tersebut yaitu pemilik modal, singkat kata merekalah pemilik modal, yang memonopoli pasar.

  Demikian juga, kebijakan ekonomi Indonesia yang sedikit menganut ekonomi liberal dan tidak tegas yang hanya menguntungkan daerah kaya atau maju tetapi juga mengutungkan orang kaya. Misalnya saja terutama di masa Orde Baru kita melihat bagaimana konglomerat kalau meminjam uang dalam jumlah besar di bank tidak diwajibkan memiliki jaminan atau agunan, sementara pedagang kecil kalau pinjam uang di bank harus memenuhi macam-macam agunan dan kewajiban yang sulit dipenuhi.

   Coba kalau kita berkaca kepada sebagian negara yang menggunakan asas ekonomi liberal seperti Amerika Serikat, maka ketidakmerataan pendapatan dalam penduduknya akan dapat sering anda lihat, sekalipun Amerika Serikat tergolong negara yang maju. Para pemilik modal dan jutawan tenar layaknya Donald Trump dan Bill Gates, keduanya akan mampu bertahan dan bahkan terus menguasai, mendominasi dan memonopoli pasar. Sedangkan masyarakat kalangan bawah dan menengah dipastikan akan menjadi korbannya.

  Contoh bukti praktek ekonomi liberal di negara kita yang gamblang dapat kita lihat yaitu pada proyek minyak blok Cepu yang pada akhirnya infestor asing (Exxon Mobile) berhasil mengungguli Pertamina selaku perusahaan negara. Belum lagi Freeport di Papua yang dikuasai Infestor asing dari Amerika. Akibatnya eksploitasi tersebut hanya menguntungkan pihak infestor saja, sedangkan mereka tidak memperdulikan Indonesia selaku pemilik bahan bakunya.

  Hal ini terjadi karena kurangnya adanya ketegasan dari pihak Indonesianya sendiri. Pemerintah takut akan resiko yang akan dihadapinya jika melaksanakan kebijakan yang dirasa akan merugikan pihak asing.
Dengan demikian jika kita lihat dari contoh di atas maka keadilan sosial tidak akan tercapai dan jauh dari prinsip nasionalisme yang menjunjung tinggi asas keadilan sosial untuk masyarakatnya.Lain halnya dengan ekonomi terpimpin yang condong mengadopsi pemikirannya dengan pemikiran ekonomi sosialis. Ekonomi terpimpin mempunyai sistem bahwa pemerintah harus turut aktif dalam kegiatan ekonomi. 
 
Keunggulan Ekonomi Terpimpin.

   Dalam konteks ini, kita bisa mengingat apa yang pernah ditulis Hatta pada saat dia masih berusia 26 tahun dan masih berstatus sebagai mahasiswa (ditulis Maret 1928). Begini ia menulis waktu itu: “Pemerintah harus banyak campur tangan dalam pelaksanaan Ekonomi Terpimpin dengan mengadakan petunjuk, tetapi harus bebas dari perbuatan birokrasi. Dalam pelaksanaan ekonomi yang berpedoman kepada prinsip murah, lancar, dan cepat, tidak ada yang lebih berbahaya dari pada birokrasi."

   Dan juga pemerintah selayaknya turut pula memberikan aturan-aturannya. Supaya terciptanya pemerataan ekonomi di semua kalangan masyarakat, sehingga yang kaya tidak semakin kaya sedangkan yang miskin tidak semakin miskin.

   Coba kita kembali lagi berkaca kepada salah satu negara yang menggunakan sistem ekonomi sosialis seperti Republik Rakyat Cina. Maka kita akan melihat keadaan pendapatan masyarakatnya yang merata, sehingga tidak akan anda menjumpai permasalahan ketimpangan-ketimpangan ekonomi di negara ini, sekalipun negara ini negara yang mempunyai penduduk terbanyak di dunia.

   Bahkan buktinya, kini negara Republik Rakyat Cina mampu menjadi negara urutan ketiga yang pertumbuhan ekonominya melesat pesat setelah urutan pertama diduduki oleh Uni Eropa dan posisi urutan kedua diduduki oleh India.

   Dari contoh di atas, dengan itu keadilan sosial untuk rakyat niscaya akan tercapai, keadaan ekonomi akan bertambah baik dan kemajuan untuk negara akan diraih. Seperti yang sering digembar-gemborkan oleh Pancasila dalam silanya yang ke-5 yaitu “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” yang akan mengantarkan negara untuk memenuhi keadilannya dalam membagi kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Dengan ini maka cita-cita nasionalisme akan tercapai. Berbicara masalah jenisnya, ekonomi terpimpin dibagi menjadi enam jenis, yaitu:

1. Ekonomi terpimpin menurut ideologi komunisme.
2. Ekonomi terpimpin menurut pandangan sosialisme demokrasi.
3. Ekonomi terpimpin menurut solidaroisme.
4. Ekonomi terpimpin menurut faham kristen sosialis.
5. Ekonomi terpimpin berdasar ajaran Islam
6. Ekonomi terpimpin berdasarkan pandangan demokrasi sosial.

  Yang pasti dari enam aliran ekonomi terpimpin itu kesemuanya itu menolak adanya kepentingan individu, yang mana kepentingan orang banyak akan terkalahkan oleh kepentingan segelintir orang tersebut. Hal ini justru benar-benar terlihat dari sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan per-individu saja sedangkan masyarakat banyak yang lebih membutuhkannya malah kenyataannya terabaikan.

  Ekonomi Terpimpin dan Nasionalisme.

   Pada hakikatnya, adanya konsep ekonomi terpimpin itu disambungkan dengan adanya konsep nasionalisme. Jadi selayaknya ekonomi terpimpin yang paling layak digunakan demi terhubungnya dengan prinsip nasionalisme adalah ekonomi terpimpin yang berdasarkan atas asas sosialisme demokrasi, yang kedua asas ini terkait dengan Pancasila yang berlaku sebagai landasan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

   Nasionalisme merupakan bentuk atau cerminan dari gerakan yang mana gerakan tersebut memperjuangkan persatuan rakyat dan kesejahteraan rakyat. Nasionalisme lahir pada masa permulaan abad ke-20 sebagai reaksi atau bentuk perlawanan terhadap kolonialisme.

  Selain itu nasionalisme juga mempunyai beberapa gagasan yang berguna untuk menentang aksi kolonialisme, yaitu:

Aspek Politik.
Yang bertujuan untuk menghilangkan praktek politik asing yang kurang baik dan menggantinya dengan sistem pemerintahan yang berdaulat kepada rakyat.

Aspek sosial ekonomi.
Yang bertujuan untuk memberantas eksploitasi ekonomi asing dan membangun masyarakat baru yang bebas dari kemiskinan dan kesengsaraan.

Aspek budaya.
  Yang bertujuan untuk mengembalikan kepribadian bangsa yang harus disesuaikan dengan perubahan zaman seperti sekarang. Hal ini bertujuan untuk menyaring kelayakan budaya luar negeri yang masuk ke dalam Indonesia yang disesuaikan dengan berbagai macam pandangan-pandangan.

   Jadi dengan berbagai penjelasan di atas, tentunya sudah kita lihat bahwa nasionalisme hanya pantas menggandeng dan disandingkan dengan sistem ekonomi terpimpin yang sesuai dengan prinsip-prinsipnya.
Ekonomi terpimpin yang bersifat sosialis bersifat membatasi dalam menyikapi antara keikutsertaan pihak pemerintah dan pihak individu dalam kegiatan ekonominya, keterlibatan adanya campur tangan pemerintah atau negara adalah dibatasi. Sedangkan bagi pihak individu atau pemilik modal juga tidak 100% keberadaannya dimusnahkan. Mereka tetap boleh mempunyai hak untuk bergabung. Hanya saja antara pihak pemerintah dan pihak individu dalam ruang lingkup ekonomi terpimpin sosialis dibatasi. Hal ini diberlakukan hanya untuk mengupayakan terlebih dahulu kepentingan dan kesejahteraan masyarakat banyak.

   Menurut Lerner dalam bukunya The Economics of Control, sistem ekonomi terpimpin yang berasaskan sosialis telah memasukkan kedalamnya beberapa dari unsur-unsur ekonomi liberal. Menurutnya ekonomi liberal dan ekonomi sosialis dapat disatukan dan didamaikan menjadi “Welfare Economics”, yaitu sebuah bentuk dari kemakmuran ekonomi. Hal ini telah dipraktekkan di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa setelah perang dunia I.

   Pada sistem ekonomi terpimpin sosialis, ada hal yang harus dilaksanakan. Yang pertama ialah sumber ekonomi yang ada haruslah dikerjakan, supaya tidak adanya terbuka lahan baru untuk pengangguran akan tetapi membuka lahan baru untuk mencipitakan tenaga kerja.

  Kedua, membagi hasil pendapatan dengan adil merata tanpa ada jatah hasil pendapatan yang lebih besar dikarenakan pangkat atau derajat. Dengan diterapkannya hal ini, maka kesenjangan sosial atas yang kaya dan yang miskin tidak akan terjadi, semua rakyat akan menikmati hasilnya. Tulisan lain yang ditulis Hatta tahun 1957 yang masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini adalah tentang Kemiskinan dan kesenjangan. Begini waktu itu dia menulis: ".... Miskin tetap miskin dengan tidak ada perspektif. Keadaan masyarakat kita sekarang hanya menyatakan pertentangan hebat antara si kaya dan si miskin . Antara sekelompok manusia yang hidup mewah dengan banyak orang yang tidak berada. Tidak sedikit pula rakyat yang hidup menderita..."

   Data Bappenas yang diumumkan baru-baru ini menunjukkan, jumlah penduduk miskin di Indonesia saat ini naik menjadi 49,5 juta orang atau 24,23 persen dari seluruh jumlah penduduk Indonesia. Dari jumlah itu 31,9 juta orang berada di pedesaan dan 17,6 juta orang di perkotaan. Bila dilihat secara geografis maka 59 persen penduduk miskin ada di Pulau Jawa dan Bali, 16 persen di Sumatera, serta 25 persen menyebar di Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

  Kalau dipertanyakan lagi dari keadaan yang terjadi sekarang ini, itu terjadi bukanlah karena Indonesia negara yang miskin. Akan tetapi keadaan ini terjadi karena salahnya kebijakan pemerintah yang diambil. Yang selalu berpihak pada posisi yang kaya, khususnya pada zaman orde baru.

  Jadi apa yang diprihatinkan Hatta waktu itu ternyata sampai sekarang masih terjadi dan bahkan seperti telah diumumkan oleh Bappenas, jumlah orang miskin di Indonesia malah naik. Kesetaraan dalam lapisan masyarakat akan dapat diwujudkan, sehingga kesejahteraan di antara kalangan masyarakat akan dapat diraih secara keseluruhan.


   Ketiga, bentuk dari pemonopolian dan peng-oligopolian harus dihapuskan dalam kegiatan ekonomi. Karena hanya akan menyebabkan kerugian di salah satu pihak. Dan juga hanya akan menimbulkan eksploitasi yang melampaui batas dan pemborosan ekonomi yang besar pula.


Bentuk Cita-cita Dari Ekonomi Terpimpin dan Demokrasi.

   Telah dijelaskan bahwa ekonomi terpimpin adalah suatu sistem ekonomi yang berlandaskan atas nasionalisme dan demokrasi. Menurut master ekonomi Indonesia yaitu Bung Hatta, tujuan ekonomi terpimpin dalam bidang demokrasi ialah negara mampu mencapai kemakmuran bagi hidup rakyatnya. Tiada lagi salah satu rakyat dari suatu negara itu yang tidak mendapatkan kenikmatan dari makmurnya suatu negara itu. Negara harus lebih mendahulukan kepentingan masyarakatnya terlebih dahulu daripada segelintir individu yang kepentingannya berbeda dengan rakyat. Akan tetapi individu tersebut tidaklah harus mutlak atau murni dihilangkan.

  Secara umum cita-cita dari adanya ekonomi terpimpin ada empat, yaitu yang pertama untuk membuka lapangan kerja bagi kesemua lapisan masyarakat. Secara otomatis maka angka pengangguran akan terkurangi bukannya justru menutup lapangan kerja bagi kesemua lapisan masyarakat seperti yang dipraktekkan oleh ekonomi liberal. Intinya tiada lagi angka kemiskinan.

   Cita-cita yang kedua ialah adanya standarisasi hidup yang baik bagi masarakat banyak secara keseluruhan.
Artinya dalam hal ini negara telah menjamin hidup masyarakatnya akan lebih baik dan sejahtera, seperti yang telah diidamkan mereka.

  Cita-cita yang ketiga ialah semakin berkurangnya ketidaksamaan ekonomi dengan memperata kemakmuran. Dengan ini, negara tersebut akan tumbuh menjadi negara yang maju dan rakyatnya akan mampu mengagungkan nama harum negaranya di dunia internasional.

  Cita-cita yang keempat ialah untuk terciptanya keadilan sosial. Sehingga tidak akan ditemukannya lagi ketimpangan-ketimpangan ekonomi dalam kesemua masyarakatnya, sehingga ketidak-adilan pada masa orde baru seperti perhatian terhadap status kekayaan pada seseorang akan terhapuskan. Hal ini jelas-jelas telah menyinggung hak asasi manusia dan tidak layak untuk dijadikan sebagai pegangan.

   Harapan saya, Indonesia dalam kegiatan ekonominya mengikuti jejak ekonomi terpimpin. Dan Indonesia dapat berubah menjadi wujudnya yang sejahtera, masyarakat yang ada di dalamnya akan makmur sejahtera dan diakui kesejahteraannya oleh dunia Internasional, sehingga Indonesia tidak gampang diremehkan oleh negara lain seperti sekarang ini, baik dalam hal ekonomi maupun birokrasinya. Selain itu juga dapat mengambil kembali gelar Macan Asia yang sudah sempat terkembang pada zaman pemerintahan orde baru.

SUMBER :

Jumat, 12 November 2010

Tugas 2 Pengantar Bisnis ( Softskill )

BELAJAR HIDUP MANDIRI

Membuka Usaha Pulsa Elektrik

                Belajar Hidup Mandiri merupakan suatu pola hidup yang baik, dimana kita harus belajar mengerjakan segala sesuatu secara mandiri tanpa harus menunggu bantuan dari orang lain ( orangtua, teman atau saudara ). Karena saya seorang mahasiswa maka saat ini saya akan membahas mengenai Belajar Hidup Mandiri dikalangan mahasiswa karena lebih mudah bagi saya untuk memaparkannya. Sebagai seorang mahasiswa kita tidak lagi berfikir seperti saat zaman sekolah dulu yang hanya berfikiran bersenang - senang saja bersama teman - teman disekolah, meskipun saat bersekolah kita juga diajarkan untuk belajar hidup mandiri, namun saat menjadi seorang mahasiswa kita akan bersikap lebih dewasa yang berfikiran kearah depan.

          Belajar Hidup Mandiri apa saja yang dilakukan seorang mahasiswa? Belajar hidup mandiri yang dilakukan mahasiswa sangat banyak seperti misalnya, mereka yang harus nge - kost karena jarak antara rumah dengan kampus sangat jauh sehingga menuntut mereka harus hidup jauh dari orangtua, karena jauh dari orangtua kita yang tadinya seorang anak yang sangat manja dapat berubah menjadi sangat mandiri karena selama menge - kost dia harus mengerjakan segala sesuatunya sendiri mulai dari membersihkan kamar kost, mengatur keuangan agar tidak kehabisan uang sebelum tanggalnya, melatih diri untuk lebih bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan karena tidak ada orangtua yang akan mengawasi segala tindakannya. Itu tadi adalah belajar hidup mandiri seorang mahasiswa yang nge - kost. Selain belajar hidup mandiri melalui kost ada juga yang belajar hidup mandiri seperti membuka usaha kecil - kecilan.

            Para mahasiswa banyak yang membuka usaha kecil - kecilan karena mereka sadar bahwa banyak sekali kebutuhan yang harus mereka penuhi sebagai mahasiswa dan itu tidaklah murah. Untuk itu mereka mencoba hidup mandiri dengan membuka usaha agar tidak selalu membebani orangtua mereka. Beraneka ragam usaha yang mereka buat, misalnya saat ini yang sedang menjamur adalah Usaha Pulsa Elektrik. Usaha ini sangat diminati oleh mahasiswa kepraktisan dari usaha ini karena dengan modal kecil pun kita tetap dapat menjalakan usaha ini. Meskipun diawal usaha ini keuntungan yang didapat sangat kecil namun setidaknya kita mampu menabung untuk membayar uang kuliah sendiri tanpa harus meminta kepada orangtua. Belajar hidup mandiri dengan membuka usaha membuat kita sadar bahwa hidup penuh perjuangan dan akan lebih menghargai orangtuanya.


Membuka Usaha Kaos Kembar


            Belajar Hidup Mandiri mulai dipupuk sejak kecil oleh orangtua kita agar kita terlatih melakukan segala sesuatu sendiri sehingga tidak bergantung kepada orang lain. Hal ini mulai saya rasakan gunanya belajar hidsup mandiri ketika saya mulai menginjak menjadi seorang mahasiswa. Dimana segala sesuatunya harus dilalukan secara mandiri seperti mengatur keuangan agar cukup hingga akhir bulan, mengerjakan tugas sendiri tidak mengandalkan orang lain untuk membantu kita menyelesaikan tugas seperti saat disekolah dulu, yang terkadang tugas kita masih dibantu orangtua maupun guru les untuk diselesaikan. Selain belajar hidup mandiri seperti diatas, kita juga bisa belajar hidup mandiri dengan membuka usaha kecil - kecilan.

            Banyak sekali usaha kecil - kecilan yang dapat kita buat seperti misalnya membuka usaha kaos kembar untuk pasangan. Kaos kembar saat ini sedang sangat diminati oleh kalangan anak muda, alasannya karena mereka dapat memakai pakaian dengan gambar serta warna yang sama dengan pasangan mereka. Usaha kaos kembar ini tidak memerlukan modal yang besar sehingga kita sebagai mahasiswa mampu merintis usaha ini dengan modal yang kita punya. Hasil penjualan kaos ini cukup lumayan bagi mahasiswa yang belajar untuk hidup mandiri.


Membuka Usaha Sepatu Lukis


           Berawal dari hobi mengoleksi sepatu kets lalu melukiskan sesuatu diatas sepatu tesebut sesuai imajinasi kita dapat berubah menjadi sebuah peluang bisnis dikalangan mahasiswa yang belajar untuk hidup mandiri. Yang dibutuhkan untuk memulai bisnis ini hanya sepatu kets polos, cat poster serta kuas sehingga untuk memulai bisnis ini tidak memerlukan modal yang besar. Dengan membuka bisnis ini kita mampu menyalurkan hobi melukis kita diatas sepatu - sepatu polos dan merubahnya menjadi sepatu lukis yang indah.
                  
          Usaha ini selain sebagai saran penyalur hobi, kita juga bisa menjadi inspirasi mahasiswa lain untuk bergabung dalam bisnis ini agar lebih maju dan berkemmbang karena biasanya anak muda lebih banyak ide - ide serta imajinasi yang bagus dalam melukiskan sesuatu sehingga mampu menghasilkan spatu - sepatu lukis yang bagus. Dengan mebuka usaha ini kita pun jadi banyak mendapatkan pengalaman dalam berbisnis serta hasil dari usaha ini pun mampu untuk kita tabung dan digunakan untuk membayar uang kuliah sendiri.



HIDUP BAHAGIA dengan BERWIRASWASTA

Hobi yang menjadi Bisnis


           Di zaman ini semua hal dapat kita jadikan bisnis termasuk hobi, seperti misalnya dari sekedar hobi namun karena banyak orang menyukai hasil dari hobi ini maka menuntun kita pada suatu peluang untuk berbisnis. Banyak hobi yang saat ini telah berubah menjadi sebuah peluang bisnis, seperti misalnya hobi memasak. Kita yang hobi mencoba berbagai resep masakan yang ada di buku resep dan mempraktekkanya disaat weekend dengan kelurga, saudara, teman maupun kerabat. Kita akan merasa senang saat melihat mereka mencicipi hasil karya kita dan mendengarkan pendapat mereka mengenai hasil masakkan kita sehingga jika rasa atau penampilan makanan itu dirasa kurang baik maka kita akan mengingat untuk merubah. Dari hal - hal seperti itulah kita terinspirasi untuk membuka suatu usaha.

            Usaha yang bermula dari hobi ini bisa menghasilkan banyak manfaat serta kebahagian sendiri karena kita menjalankan usaha ini dengan gembira. Gembira karena bisa melihat banyak orang menikamati hasil masakan kita, kita pun bisa mengembangkan diri dalam memasak yang lebih inoevatif sehingga dapat memilki cabang - cabang usaha karena banyaknya penikmat masakan kita. Dengan begitu, kita pun membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak sehingga mereka dapat memiliki hidup yang sejahtera. Itulah hidup bahagia sebagai wiraswasta.
              

Seandainya Saya sebagai Pemilik Perusahaan, Apa yang akan Saya Lakukan?

Pemilik Perusahaan Batik


            Disini saya akan membahas mengenai " Apa yang akan Saya Lakukan Seandainya Saya sebagai Pemilik Perusahaan?". Karena saya berasal dari keluarga yang memiliki usaha Batik Pekalongan maka say akan memaparkan " Apa yang akan Saya Lakukan jika Saya sebagai Pemilik Perusahaan Batik Pekalongan?". Yang akan saya lakukan jika saya menjadi seorang pemilik Perusahaan Batik seperti orangtua saya suatu saat nanti adalah memajukan serta mengembangkan usaha Batik yang telah dirintis oleh keluarga secar turun - temurun ini.

           Hal - hal yang akan saya lakukan untuk mengembangkan usaha Batik ini antara lain adalah mempertahankan kualitas barang yang ada, bahan, model, desain, warna, corak serta harga. Kami harus tetap menghasilkan kualitas barang yangg nomor satu, serta bahan - bahan yang berkualitas agar dapat menghasilkan barng yang berkualitas, model - model pakaian yang mengikuti perkembangan ( trend ) di pasaran, desain yang inovatif, serta mempekerjakan karyawan yang mampu menghasilkan karya - karya berupa corak yang bagus, Proses pewarnaan yang tidak monoton dan selaras, serta mampu bersaing harga di pasaran. Dengan kualitas barang yang bagus mampu memberikan harga yang terjangkau untuk konsumennya.

            Selain hal - hal diatas yang terpenting jika ingin menjadi seorang pemilik Perusahaan yang sukses, kita harus memiliki motivasi yang tinggi untuk memajukan usaha, mampu memanage usaha dengan baik, mampu mengembangkan SDM, serta mampu memberikan kesejahteraan yang layak bagi karyawannya, dan memilikisifat saling menghargai. Dengan memiliki usaha yang berkembang kita mampu membuka lapangan bagi banyak orang.




Minggu, 07 November 2010

Tugas Pengantar Bisnis 1 ( Softskill )

PERUSAHAAN


1. Jelaskan pengertian Perusahaan dan unsur - unsurnya!

   Jawab : Perusahaan adalah suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasi, dan melakukan aktivitas pengolahan faktor - faktor produksi, untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusikannya, serta melakukan upaya - upaya lain, dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.

   Unsur - unsur penting : 

     A. Perusahaan sebagai suatu organisasi :

        Organisasi adalah kumpulan orang - orang yang saling berinteraksi, dibentuk, dikoordinasi dalam melaksanakan suatu kegiatan tertentu, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    B. Perusahan melakukan kegiatan ekonomi.
    
        Kegiatan ekonomi : 
         a. Menggunakan faktor - faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
                                 
         b. Memberikan kepuasan, karena kebutuhan manusia terpenuhi.

         c. Apa, Bagaimana, untuk Siapa?
                         
                                                                
   C. Perusahaan melakukan kegiatan produksi.

      Produksi adalah kegiatan mengolah bahan baku ( sumber - sumber ekonomi ) menjadi produk ( barang & jasa ) yang mempunyai nilai guna lebih tinggi. Produksi terbagi menjadi dua, yaitu :
  • Primer : Bahan baku langsung dari alam seperti batu bara, minyak bumi.
  • Sekunder : Bahan diolah lalu diolah lagi menjadi kain dan hasil akhir menjadi baju.
   D. Faktor - faktor produksi.

   E. Barang dan Jasa ( Produk ).

    Barang dan jasa adalah alat memuaskan kebutuhan, keinginan & permintaan masyarakat. 

   Produk dibagi menjadi dua, yaitu : - Barang ( Berwujud ) --> Barang ekonomi :
                                                                                           * Barang konsumsi
                                                                                           * Barang modal
                                                                                           * Barang setengah jadi
                                                                                           * Barang jadi

                   
                                                      - Jasa ( Tak Berwujud )

   F. Distribusi : adalah memindahkan barang & jasa ke konsumen atau masyarakat luas.

  G. Laba / Keuntungan : 
      * selisih pendapatan - biaya
      * bukan sebagai tujuan utama
      * dipakai untuk menghasilkan produk

                   
  H. Kepuasan masyarakat : adalah menjadi tujuan utama perusahaan dan dipakai untuk mendapatkan untung ( laba ).

2. Jelaskan fungsi - fungsi Perusahaan dan ciri - cirinya!

   Jawab : Fungsi perusahaan adalah dipakai untuk mencapai tujuan, selain itu ada 2 fungsi lain dari perusahaan, yaitu : 

   a. Fungsi Operasi adalah berkaitan dengan operasional perusahaan, yakni :
  1. Pembelian & Produksi.        
  2. Pemasaran.
  3. Keuangan.
  4. Personalia.
  5. Akuntansi.
  6. Administrasi.
  7. Informasi.
  8. Transportasi + konsumsi.
  9. Pelayanan Umum.
  10. Humas
  b. Fungsi managemen adalah berkaitan dengan hal pengelolaan perusahaan. 
  1. Planning ( Perencanaan )
  2. Organizing ( Peng - organisasian )
  3. Direction ( Pelaksanaan, pengarahan )
  4. Controlling ( Pengendalian )
     Ciri - ciri Perusahaan adalah untuk memudahkan Perusahaan agar mudah dikenali. Adapun ciri - ciri perusahaan tersebut, meliputi :
  1. Operatif : menunjukkan aktivitas ekonomi perusahaan, yakni : Produksi, Penyediaan, Distribusi barang & jasa. Misalnya : Perusahaan manufacture, dagang, jasa, dll.
  2. Lokasi : Menunjukkan perusahaan didirikan pada tempat tertentu dalam kawasan yang jelas.
  3. Formal : Menunjukkan apakah perusahaan secara resmi terdaftar oleh pemerintah ( Legal ), tunduk dan taat pada peraturan.
  4. Dinamis : Apakah perusahaan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang selalu berubah.
  5. Reguler : Menunjukkan keteraturan aktivitas agar selalu bergerak maju.
3. Sebutkan dan jelaskan ciri - ciri Badan Usaha yang ada di Indonesia !

    Jawab : Menurut bentuk hukum sesuai hukum di Indonesia.

     A. Perusahaan Perseorangan :
         Dikelola, dimiliki dan diawasi oleh satu orang, keuntungan dan resiko ditanggung satu orang.

          Keuntungan :
           - Mudah dibentuk dan dibubarkan.
           - Sederhana : Kegiatan + Pengelolaan.
           - Tidak ada pembagian laba.
        
         
          Kelemahan :
            - Kemampuan managemen serta sumber dana terbatas.
            - Resiko ditanggung sendiri.
            - Sulit mengikuti perkembangan Perusahaan.
              Contoh : UD, Toko, Bengkel, dll.
         
                   
     B. FIRMA :
  • Didirikan oleh beberapa orang dengan memakai nama bersama atau satu nama untuk bersama serta segala kerugian ditanggung bersama.
  • Keuntungan : 
             * Prosedur pendirian relatif mudah. 
             * Modal besar hasil gabungan.
             * Keputusan - keputusan hasil dari keputusan bersama.
                  
  • Kelemahan :  
           * Hutang dan kerugian ditanggung bersama.
           * Bila ada anggota yang keluar maka FIRMA bubar.

                    
    C. Persekutuan Komanditer : Merupakan perluasan dari Perusahaan Perseorangan, dimana didirikan oleh beberapa orang yang menyerahkan serta mempercayakan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan. Jumlah dana yang disetor tiap anggota tidak sama. Ada 2 jenis Anggota, yaitu : * Sekutu Komplementer.
                                                                                                                       * Sekutu Komanditer.
  •  Keuntungan : 
           - Pendirian relatif mudah.
           - Modal yang terkumpul banyak.
           - Kemampuan mendapat kredit mudah.
           - Kesempatan berkembang lebih besar.
                  
  • Kelemahan :  
           - Tanggung jawab tidak terbatas.
           - Kelangsungan hidup Perusahaan tidak terjamin.
           - Sukar untuk menarik lagi investasinya.

                   
    D. Perseroan Terbatas ( PT )

        Suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban sendiri ( yang terpisah dari kekayaan, hak, dan kewajiban para pendiri maupun pemilik ). Kelangsungan hidup PT panjang meskipun pendiri atau pemilik meninggal. Tanda keikutsertaan seseorang sebagai pemilik adalah Saham. Makin besar saham makin besar peranan dan kedudukannya.
  • Keuntungan : 
           * Kelangsungan hidup PT panjang & terjamin.
           * Tanggung jawab terbatas , sehingga tidak timbul resiko atas kekayaan pribadi.
           * Saham mudah dijual belikan
           * Mudah mendapat modal untuk perluasan usaha.
           * Pengelolaan Perusahaan lebih efisien.
           
  • Kelemahan : 
           * Biaya Pendiriannya relatif mahal.
           * Rahasia Perusahaan tidak terjamin 
           * Antar pemegang saham kurang saling kenal.
           * Laba dibagi lagi untuk perusahaan, pajak, serta pemegang saham.
              

    E. Perusahaan daerah ( BUMD ).
        
        Perusahaan yang dimiliki daerah tingkat II dan I. Daerah tingkat II adalah Kabupaten dan daerah tingkat I adalah Provinsi. Modal berasal dari APBD tingkat II dan I. Sesuai dengan perkembangan otonomi daerah. Keuntungan yang diperoleh masuk ke dalam pendapatan daerah bukan ke kepala daerah.

    F. Perusahaan Negara ( BUMN ).
        
        Perusahaan yang sebagian atau seluruh modalnya berasal dari negara atau APBN. Tujuan utamanya adalah membangun ekonomi masyarakat luas menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur.
  • Ciri - ciri BUMN : 
      * Melayani kepentingan umum sekaligus mencari laba.

      * Bergerak pada bidang jasa - jasa vital dan berstatus Badan Hukum, diatur UU.
         misalnya : PLN, PT. KAI, PT PLN, PT TELKOM.
      * Dapat memperoleh pinjaman dari dalam & luar negri sehingga mampu berdiri sendiri.

      * Bebas melakukan aktivitas sesuai UU, perjanjian, kontrak & hubungan - hubungan.

      * Masih ada subsidi dari pemerintah.
                           
   G. KOPERASI

4. Mengapa suatu perusahaan saling mengadakan kerjasama bisnis?

    Jawab : Kerjasama atau penggabungan antar perusahaan karena :
  • Pasar terbatas ( Perusahaan kecil ).
  • Bahan baku ( Jumlah & harga ) untuk mendapatkan bahan baku yang banyak & murah & juga terus menerus dari pemasok.
  • Untuk bersaing dengan produk - produk impor.
  • Menghemat biaya riset & development.
  • Untuk menguasai mata rantai dari bahan baku hingga ke pemasaran.
  • Mengurangi pengaruh siklus ekonomi.
5. Sebutkan & jelaskan unsur unsur yang melekat pada seorang wiraswastawan!

    Jawab : 
  1. Pengetahuan : seorang wiraswastawan harus mempunyai tingkat kedalaman bidang yang digelutinya, dan keluasan akan pengetahuan atau wawasan. Ditentukan berdasarkan tingkat pendidikannya.
  2. Keterampilan : diperoleh dari latihan dan pengalaman nyata. Semakin mempunyai keterampilan pada bidangnya akan semakin sukses.
  3. Sikap mental : Perlu adanya sikap mental yang fleksibel sesuai dengan tuntutan dan perkembangan kondisi, dinamis, kreatif, serta inovatif.
  4. Waspada : di dalam menghadapi keadaan yang akan datang diperlukan pemikiran yang terencana dan tepat. Waspada dibedakan menjadi 2, yaitu : 
         * Defensif.
         * Ofensif.
                

6. Bagaimana cara memulai suatu Usaha dan menjadikannya sebagai hak milik pribadi?

    Jawab : 

    a. Membeli Perusahaan yang telah dibangun.
       
    b. Memulai dengan Perusahaan baru ( mendirikan Perusahaan baru ).

    c. Membeli hak Lisensi.
     

               

Sabtu, 30 Oktober 2010

Tugas Lecture Message Studentsite

STUDENTSITE
Disini saya akan membahas mengenai apa saja yang ada di studentsite serta kekurangan dan kelebihan dari studentsite ini. Didalam studentsite terdapat fitur locker, fitur email, fitur calendar, fitur addressbook, fitur infolog, fitur file manager, fitur forum, fitur bookmark, dan fitur polls.
  1. fitur locker : fungsi dari fitur ini adalah untuk menampilkan tampilan BAAK news dan kalender akademik perkuliahan.
  2. fitur email : fitur ini menyediakan electronic mail.
  3. fitur calendar : fitur ini untuk kalender akademik perkuliahan sperti jadwal UTS maupun UAS.
  4. fitur addressbook : fungsi fitur ini adalah untuk menampilkan nomor telepon mahasiswa yang sudah menreg nomornya.
  5. fitur infolog : fungsi fitur ini adalah untuk melihat data mahasiswa.
  6. fitur file manager : tidak jelas karena susah dibuka.
  7. fitur bookmark : fungsi fitur ini sama seperti bookmark yang ada di bookmark anda.
  8. fitur polls : fungsi fitur ini hanya untuk polling saja.        
Selanjutnya adalah mengenai kekurangan dari studentsite ini :
  • Loadingnya telalu lama dan sering mengalami error membuat mahasiswa malas untuk membuka studentsite ini. Tolong lebih cepat up to date aja jika ada info untuk mahasiswa.       
Kelebihan dari studentsite sendiri adalah : 
  • Tidak bisa dipungkiri dengan adanya studentsite ini mahasiswa dapat dengan mudah dapat melihat nilai - nilai mata kuliah yang sudah diperoleh.
http://studentsite.gunadarma.ac.id

Rabu, 13 Oktober 2010

Tugas 1 Pengantar Bisnis

TUGAS 1 PENGANTAR BISNIS (SOFTSKILL)


1. Jelaskan pengertian Bisnis !

Jawab : Bisnis adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi ) yang menciptakan nilai melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

2. Jelaskan perbedaan Bisnis dengan kegiatan Non Bisnis!

Jawab : Perbedaan Bisnis denngan non Bisnis yaitu, bisnis merupakan aktivitas ekonomi yang melibatkan orang atau perusahaan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan atau laba, sedangkan non Bisnis adalah kegiatan yang bersifat sosial yang biasanya bertujuan bukan untuk mencari keuntungan atau laba.

3. Jelaskan pengertian Kesempatan Bisnis !

Jawab : Kesempatan Bisnis adalah peluang Bisnis yang ada dan selalu berkembang seiring perkembangan peradaban manusia karena kebutuhan dan keinginan manusia yang makin berkembang atau aneka ragam dan tanpa batas, serta ingin terpuaskan.

4. Jelaskan manfaat mempelajari Bisnis !

Jawab : Manfaat mempelajari Bisnis adalah banyak peluang karier bisnis menyediakan pengetahuan tentang Bisnis membantu anda untuk menjadi konsumen lebih luas dan memasarkan diri secara efektif sambil mencari pekerjaan. Selain itu, belajar bagaimana Bisnis dipandang oleh masyarakat dan bagaimana fungsinya dalam lingkungan yang semakin global adalah bagian dari menjadi orang berpendidikan.